Flange: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Aplikasinya


FLANGE: PENGERTIAN, FUNGSI, JENIS DAN APLIKASINYA

Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang Flange, jenis, dan fungsinya di dunia industri. Flange merupakan komponen penting yang digunakan untuk menghubungkan pipa dengan peralatan lain di dalam industri. Bagi yang belum familiar dengan Flange, mari kita bahas lebih lanjut di bawah ini.

Flange adalah salah satu komponen yang sering digunakan dalam dunia industri, terutama dalam sistem perpipaan. Namun, apa sebenarnya pengertian dan fungsi dari flange ini? 

Pengertian Flange

Pengertian flange sendiri adalah sebuah komponen yang berbentuk cincin datar atau melengkung yang biasanya terbuat dari logam atau plastik. Flange ini biasanya dipasang di ujung pipa atau katup untuk menghubungkan dua bagian pipa atau peralatan lainnya. Flange juga dapat digunakan untuk menghubungkan pipa dengan peralatan seperti pompa, tangki, atau komponen lainnya.

Fungsi Flange

Fungsi utama dari flange adalah sebagai penghubung antara dua bagian pipa atau peralatan sehingga membentuk sebuah sistem yang solid dan tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi. Selain itu, flange juga memudahkan proses perakitan dan pemeliharaan sistem perpipaan karena memungkinkan untuk melepas atau mengganti komponen tanpa harus memotong atau merusak pipa.

Jenis Flange

Terdapat berbagai jenis Flange yang umumnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

Jenis Flange Berdasarkan Class / Rating

Flange adalah salah satu komponen penting dalam sistem perpipaan yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian pipa atau peralatan lainnya secara aman dan tahan lama. Jenis flange yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan sistem perpipaan, salah satunya adalah berdasarkan class atau rating.

1. Flange Class 150

Flange class 150 adalah jenis flange yang paling umum digunakan dalam sistem perpipaan. Flange ini memiliki tekanan kerja maksimum sebesar 285 psi pada suhu 100 derajat Fahrenheit. Flange class 150 biasanya digunakan untuk aplikasi yang tidak memerlukan tekanan kerja yang sangat tinggi, seperti sistem air bersih atau sistem pemadam kebakaran.

2. Flange Class 300

Flange class 300 memiliki tekanan kerja maksimum sebesar 740 psi pada suhu 100 derajat Fahrenheit. Flange ini biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan tekanan kerja sedang, seperti sistem minyak dan gas atau sistem kimia. Flange class 300 lebih kuat dan tahan terhadap tekanan tinggi dibandingkan flange class 150.

3. Flange Class 600

Flange class 600 memiliki tekanan kerja maksimum sebesar 1480 psi pada suhu 100 derajat Fahrenheit. Flange ini biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan tekanan kerja tinggi, seperti sistem uap atau sistem pengolahan limbah. Flange class 600 lebih kuat dan tahan terhadap tekanan yang sangat tinggi dibandingkan flange class 150 dan class 300.

4. Flange Class 900

Flange class 900 memiliki tekanan kerja maksimum sebesar 2220 psi pada suhu 100 derajat Fahrenheit. Flange ini biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan tekanan kerja sangat tinggi, seperti sistem pembangkit listrik tenaga uap atau sistem pengolahan kimia yang bersifat korosif. Flange class 900 sangat kuat dan tahan terhadap tekanan ekstrem.

5. Flange Class 1500

Flange class 1500 memiliki tekanan kerja maksimum sebesar 3705 psi pada suhu 100 derajat Fahrenheit. Flange ini biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan tekanan kerja yang sangat tinggi, seperti sistem offshore atau sistem pengeboran minyak dan gas. Flange class 1500 sangat kuat dan tahan terhadap tekanan ekstrem serta kondisi lingkungan yang keras.

6. Flange Class 2500

Flange class 2500 memiliki tekanan kerja maksimum sebesar 6170 psi pada suhu 100 derajat Fahrenheit. Flange ini merupakan jenis flange yang paling kuat dan tahan terhadap tekanan ekstrem. Flange class 2500 biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan tekanan kerja yang sangat tinggi dan keamanan yang sangat ketat, seperti sistem pengeboran minyak dan gas di kedalaman laut yang sangat dalam.

Jenis Flange Berdasarkan Type Face (Tipe Permukaannya)

Berikut pembahasan mengenai jenis flange berdasarkan Type Face:

1. Raised Face flange

Pertama-tama, mari kita bahas Raised Face flange. Raised Face flange adalah jenis flange yang memiliki permukaan rata dengan cincin kecil yang ditinggikan di sekelilingnya. Cincin ini berfungsi untuk memberikan segel tambahan saat flange dipasang. Raised Face flange sering digunakan dalam aplikasi di mana tekanan dan suhu tinggi diperlukan. Keuntungan utama dari Raised Face flange adalah kemampuannya untuk menahan tekanan tinggi dan memberikan segel yang kuat.

2. Flat Face flange

Selanjutnya, kita akan membahas Flat Face flange. Flat Face flange adalah jenis flange yang memiliki permukaan datar tanpa adanya cincin yang ditinggikan. Flange ini biasanya digunakan dalam aplikasi di mana tekanan rendah dan suhu rendah diperlukan. Flat Face flange mudah dipasang dan cocok untuk aplikasi di mana flange harus sering dilepas dan dipasang kembali. Namun, kelemahan dari Flat Face flange adalah kurangnya kemampuan untuk menahan tekanan tinggi dan risiko kebocoran yang lebih tinggi.

3. Ring Type Joint flange

Terakhir, kita akan membahas Ring Type Joint flange. Ring Type Joint flange adalah jenis flange yang memiliki cincin tipe joint yang terbuat dari bahan yang sangat keras, seperti baja karbon atau baja tahan karat. Cincin ini dirancang untuk memberikan segel yang sangat kuat dan tahan terhadap tekanan tinggi dan suhu tinggi. Ring Type Joint flange sering digunakan dalam aplikasi di mana keandalan segel sangat penting, seperti dalam industri minyak dan gas. Meskipun Ring Type Joint flange lebih sulit dipasang daripada Raised Face atau Flat Face flange, namun keandalan segel yang tinggi membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan yang tinggi.

Jenis Flange Berdasarkan ANSI

Standar ANSI (American National Standards Institute) adalah standar yang digunakan di Amerika Serikat untuk menentukan spesifikasi teknis untuk berbagai produk, termasuk flange. Berikut adalah beberapa jenis flange berdasarkan standar ANSI yang sering digunakan dalam industri:

1. Flange Weld Neck

Flange Weld Neck adalah jenis flange yang paling umum digunakan dalam aplikasi tekanan tinggi. Flange ini memiliki leher yang panjang dan lurus yang memungkinkan distribusi beban yang merata di sekitar pipa atau peralatan yang dihubungkan. Flange Weld Neck biasanya digunakan dalam sistem pipa yang mengalirkan cairan atau gas dengan tekanan tinggi.

2. Flange Slip-On

Flange Slip-On adalah jenis flange yang mudah dipasang dan dilepas dari pipa atau peralatan. Flange ini memiliki lubang di tengahnya yang memungkinkan pipa dimasukkan ke dalam flange dan kemudian diikat dengan mur. Flange Slip-On cocok digunakan dalam aplikasi tekanan rendah hingga sedang.

3. Flange Blind

Flange Blind adalah jenis flange yang digunakan untuk menutup ujung pipa atau peralatan yang tidak digunakan. Flange ini tidak memiliki lubang di tengahnya dan biasanya dipasang dengan baut. Flange Blind sering digunakan dalam sistem pipa yang membutuhkan inspeksi atau pemeliharaan reguler.

4. Flange Lap Joint

Flange Lap Joint adalah jenis flange yang memiliki cincin luar yang dapat digerakkan. Flange ini digunakan untuk menghubungkan dua bagian pipa atau peralatan yang memiliki diameter berbeda. Flange Lap Joint memungkinkan penyesuaian posisi pipa atau peralatan sehingga dapat terhubung dengan sempurna.

5. Flange Threaded

Flange Threaded adalah jenis flange yang memiliki ulir di dalamnya untuk memudahkan pemasangan dengan pipa yang memiliki ulir juga. Flange ini biasanya digunakan dalam aplikasi tekanan rendah hingga sedang dan cocok digunakan untuk pipa yang harus sering dipasang dan dilepas.

6. Flange Socket Weld

Flange Socket Weld adalah jenis flange yang memiliki cincin socket di dalamnya untuk memasukkan ujung pipa. Flange ini kemudian dilas di sekitar socket untuk membuat sambungan yang kuat. Flange Socket Weld biasanya digunakan dalam aplikasi tekanan tinggi dan suhu tinggi.

7. Flange Orifice

Flange Orifice adalah jenis flange yang dirancang khusus untuk memasang orifice plate di dalamnya. Orifice plate digunakan untuk mengukur aliran fluida dalam sistem pipa. Flange Orifice memiliki lubang di tengahnya yang sesuai dengan ukuran orifice plate yang digunakan.

Special Flange

Special Flange adalah jenis flange yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu dalam sistem perpipaan. Special Flange ini memiliki berbagai jenis, antara lain Orifice flange, Standard Connections, Ring type joint flange, Studding Outlet, Expander Flange, Reducing Flange, Weldoflange, Orifice Plate, dan Spectacle Blind.

1. Orifice flange

Orifice flange adalah jenis flange yang biasanya digunakan untuk mengukur aliran fluida dalam sistem perpipaan. Flange ini dilengkapi dengan lubang yang disebut orifice plate yang berfungsi untuk mengukur tekanan dan aliran fluida yang melewati pipa. Orifice flange biasanya digunakan dalam sistem pengukuran aliran gas atau cair.

2. Standard Connections

Standard Connections adalah jenis flange yang paling umum digunakan dalam sistem perpipaan. Flange ini memiliki desain standar yang mudah dipasang dan dilepas. Standard Connections biasanya digunakan dalam aplikasi umum seperti pengiriman air bersih atau gas.

3. Ring type joint flange

Ring type joint flange adalah jenis flange yang memiliki cincin tipe sambungan yang dapat memberikan kekuatan ekstra pada hubungan antara dua bagian pipa. Flange ini biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap tekanan tinggi atau suhu ekstrem.

4. Studding Outlet

Studding Outlet adalah jenis flange yang dilengkapi dengan studding di sekitar lubang flange. Studding ini berfungsi untuk memperkuat hubungan antara flange dan pipa yang terhubung. Flange ini biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kekuatan ekstra pada sambungan pipa.

5. Expander Flange

Expander Flange adalah jenis flange yang dirancang untuk menghubungkan dua bagian pipa dengan diameter yang berbeda. Flange ini memiliki desain khusus yang memungkinkan pipa dengan diameter yang lebih besar masuk ke dalam pipa dengan diameter yang lebih kecil. Expander Flange biasanya digunakan dalam sistem perpipaan yang membutuhkan perubahan diameter secara tiba-tiba.

6. Reducing Flange

Reducing Flange adalah jenis flange yang digunakan untuk menghubungkan dua bagian pipa dengan diameter yang berbeda namun tidak memerlukan perubahan diameter secara tiba-tiba. Flange ini memiliki desain yang memungkinkan penyesuaian diameter secara bertahap sehingga mengurangi tekanan pada sambungan pipa.

7. Weldoflange

Weldoflange adalah jenis flange yang dirancang untuk dilas langsung ke ujung pipa. Flange ini biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan sambungan pipa yang kuat dan tahan terhadap tekanan tinggi.

8. Orifice Plate

Orifice Plate adalah komponen yang digunakan bersama dengan Orifice flange untuk mengukur aliran fluida dalam sistem perpipaan. Orifice Plate biasanya terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi dan abrasi.

9. Spectacle Blind

Terakhir, Spectacle Blind adalah jenis flange yang digunakan untuk menutup ujung pipa atau memblokir aliran fluida dalam sistem perpipaan. Flange ini biasanya digunakan saat melakukan perawatan atau perbaikan pada sistem perpipaan.

Dengan berbagai jenis Special Flange yang tersedia, pengguna dapat memilih flange yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi sistem perpipaan yang digunakan. Penting untuk memilih flange yang tepat agar sistem perpipaan dapat beroperasi dengan baik dan aman. Jadi, pastikan untuk memahami jenis-jenis Special Flange dan fungsinya sebelum memilih flange yang akan digunakan dalam sistem perpipaan Anda.

____

Demikian penjelasan mengenai Pengertian, Fungsi, Jenis dan Aplikasi Flange. Semoga dapat menambah wawasan sobat ARITA.

Bila kamu sedang membutuhkan flange dan berbagai macam jenis produk industri lainnya seperti valve, fitting & flange, Water pump, instrumentations, Flexible Hose & Expansion Joint, Flow Meter dan yang lainnya, dapat kontak CS ARITA kami di  > Klik disini <

Tags

flange